Jumat, 03 Desember 2010

Loyalitas dan Kedisiplinan


Tentang dalam diri dilubuk hati, apa arti hidup ini terfikir dalam benak bahwasannya hidup ini hanya mencari kesenangan. Aku paling tidak senang bila aku dikatakan seorang pecinta alam, sebab aku masih belum banyak melakukan sesuatu dari berbagai hal yang berguna baik untuk masyarakat maupun pribadi. Apakah aku melakukan itu semua tantangannya ada pada Aku. Tubuhku terguncang bila melihat kerautan, tinggalah Aku yang mencari jawabannya ?
Apa yang Aku lakukan untuk organisasi semata-mata hanya untuk memuaskan diri, belum bisa yang aku lakukan untuk organisasi. Tujuan awal masuk organisasi hanya untuk mencari Teman, Aku belum paham apa itu MAPALA api setelah terjun banyak yang aku peroleh baik dari ilmu organisasi yang sering aku curi. Dari yang belum tau menjadi tau, dari yang tau menjadi bisa, dari bisa menjadi paham. Aku tak tau harus melangkah kearah mana, sedangkan tak ada yang membimbingku... belum pasti jejak-jejak yang harus kutempuh untuk melangkah memajukan organisasi. Hanya kesetiaan yang aku bisa berikan. Ilmu sedikit yang Aku berikan untuk penerusku nanti kelak. Guru kencing berlari murid kencing berlari-lari, dari bawah akan mencontoh yang diatas, Gelombang kehidupan akan senantiasa mewarnai kehidupan ini.

Kedisiplinan

Waktu terkadang menjadi suatu alasan yang real untuk melaksanakan suatu aktifitas pekerjaan, Alasan ketiduran semalam begadang di tempat kawan... capek, Padahal esok paginya sudah tau ada mau rapat mungkin pura-pura tidak tau atau tidak mau tau lagi.
Inilah yang menjadi perhatian, kesedihan, kesedihan, penyesalan, kekecewaan, keangkuhan, kecongkakan, kemunafikan... dan ini semua mungkin kurang adanya perhatian dan tau diri baik atasan maupun bawahan, tapi sesungguhnya hal ini tidak perlu dilakukan jika kita memang menganggap keluarga, kita tidak perlu menganggap kalu bawahan maupun atasan itu selalu benar. Dan sikap tertutup serta gengsi terhadap bawahan (junior) inila yang kadang membawa ketidak harmonisan, kekompakan keluarga(mapala). Aku hanya diam dan diam tidak mampu untuk bertutur kara, nanti aku yang disalahkan. Rasa amarahku terkadang timbul dan sulit Aku redam. Upaya yang dilakukan tidak seperti yang aku harapkan, Mungkin ini yang dikatakan orang-orang semakin besar kapal maka semakin besar pula ombak yang akan menggulungnya.
Aku paling tidak senang melihat orang yang hanya mengandalkan orang lain dan kadang suaranya saja bukan tenagannya untuk bekerja. Saling menyalahkan bukan berusaha untuk memperbaiki kesalahan. Sudah pantasnyalah semua anggota ikut andil berperan serta, berupaya keras untuk membangkitkan sikap ambil peduli, dikhawatirkan nantinya akan terjadi yang namanya kemerosotan organ.
Dampak lain akan mencemarkan nama baik organ itu sendiri, dari awal merintis sampai saat ini, kalau dilihat dari grafik terjadinya kemerosotan pada tahun 2003, 2006 yang sangat drastis kalau bukan kita siapa lagi, itu jawabannya yang harus dijawab satu persatu oleh setiap orang, bukan hanya dari mulut kalu hati tidak mau terucap dengan ikhlas.
Timbulnya permasalahan organisasi harus cepat diatasi baik permasalahan kecil atau permasalahn besar, kebanyakan permasalahan kecil dianggap remeh dan akhirnya menjadi besar karena tidak cepat diselesaikan!  Hal inilah yang nantinya berakibat rusaknya suatu tatanan citra dimuka umum. Apa upaya kita untuk dapat bersama-sama menyelamatkan bencana ini, Pesan : Hai Anggota jangan diam saja lakukanlah yang menurutmu yang terbaik, jangan hanya memerintah kalau tidak mau diperintah. Dukugan (support lah yang harus dijaga) berikan contoh yang baik agar generasi selanjutnya akan menjadi lebih baik.
Seseorang pemimpin adalah berupaya sebaik mungkin menjalankan metamor kehidupan kelangsungan organ itu sendiri dan selalu peduli, perhatian, tegas namun ramah dan penuh dengan strategi menghadap sesama terutama terhadap bawahan yang nantinya akan menjadio bibit selanjutnya, jangan sampai bawahan jera (tak mau lagi menghadapi masalah), berupaya mencari solusi untuk dapat menyetarakan perkembangan zaman agar tidak tertindas didalamnya. Bukan hanya memerintah, tapi mengerjakan tidak mau, harus mengajarkan/mendidik, dan melatih agar bisa tanggap dalam berperan aktif.

                                                Dikutip dari Liandin Girsang & Ahmad Zuhdi Muslim
29 nov 2010

KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA


Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air.

Pecinta alam Indonesia sadar bahwa segenap pecinta alam adalah saudara, sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Sesuai dengan hakekat di atas, dengan sadar menyatakan sebagai berikut :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta mempergunakan alam sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya, serta menghargai manusia sesuai dengan martabatnya.
  5. Berusaha saling mempererat tali persaudaraan antara sesama pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam.
  6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air.
  7. Selesai.

Disahkan dalam Forum Gladian IV Ujung Pandang
Pada tanggal 28 Januari q1974 pukul 01.00 WIT